
Tahukah anda bahwa ponsel menjadi tak ada artinya bila di wilayah kita belum ada jaringan telekomunikasi? Maklum, jaringan inilah yang menjadi penghubung perangkat ponsel anda dengan sesama ponsel atau telepon rumah (PSTN). Nah, jaringan ini diterima dan dipancarkan oleh benda yang disebut dengan BTS (base tranceiver station).
Saat ini, ada puluhan ribu menara BTS yang telah dibangun operator di seluruh Indonesia. Dan itu akan terus bertambah dari tahun ke tahun. Kenapa demikian? Pembangunan BTS memiliki hubungan dengan peningkatan jumlah pelanggan telekomunikasi. Tentu ini sangat penting bagi si operator. Penambahan pelanggan berarti tambah penghasilan. Pembangunan BTS juga memiliki hubungan penting dengan meningkatnya penetrasi penggunaan alat telekomunikasi di Indonesia. Semakin banyak BTS yang dibangun semakin banyak juga masyarakat kita yang akan mampu menikmati layanan telekomunikasi. Terutama untuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil atau pelosok. Dan komunikasi yang lancar juga akan menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya aktivitas ekonomi dan bisnis di satu daerah.
Melihat hal itu, tak heran bila kebanyakan anggaran operator digunakan untuk membangun BTS. XL memfokuskan anggaran tahun 2007 ini untuk pembangunan BTS di wilayah luar jawa. ” Kita akan memperluas jaringan BTS di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.”demiian tutur Hasnul Suhaemi, Direktur Utama XL. Ada penambahan sekitar 3500 BTS di seluruh Indonesia. Ini artinya pada tahun 2007 XL akan memiliki 10.700 BTS.
Untuk membangun satu BTS, operator paling tidak harus merogoh kocek sekitar 650 juta hingga 1 milyar. Proses pembangunannya melibatkan sumber daya manusia dari beragam latar belakang ilmu. Mulai dari jebolan Teknik Elektro, Teknik Sipil, marketing hingga mereka yang tahu bidang hukum. Hal pertama yang dilakukan adalah memilih tempat atau lokasi, melakukan desain RBS (Radio Base System), melakukan desain transmisi, menyusun dokumen atau proposal. Bila tak ada kendala dengan Pemda atau masyarakat sekitar, baru kemudian dibangun kontruksinya. Setelah selesai, sistemnya di integrasikan dengan jaringan (network) yang telah ada. Baru kemudian BTS dapat beroperasi.
Tantangan yang muncul dilapangan banyak datang dari pemerintah daerah. Peraturan daerah yang ada malah menghambat pembangunan BTS. Demikian keluhan yang banyak dilontarkan oleh operator. Tak hanya itu, masyarakat disekitar pembangunan BTS juga banyak yang melakukan resistensi. Isu kesehatan dan keadilan ekonomi menjadi hal yang banyak diteriakan oleh mereka.
Mobile Magz/Februari 2007
0 komentar:
Post a Comment