Baru saja saya mendapat rilis dari sebuah perusahaan software terkemuka dari China. Perusahaan ini menjadi penyedia konten dari beberapa ponsel merek terkemuka maupun ponsel merek lokal yang ada di berbagai negara.Rilis ini menarik perhatian saya karena didalamnya menyebutkan data seputar naiknya pangsa pasar ponsel merek lokal (baca: merek yang diluar Nokia, Samsung, Sony Ericsson, LG dan Motorola) di seluruh dunia. Mereka melihat pertumbuhan ponsel merek lokal yang ada di Indonesia, Vietnam, China, Malaysia, India dan Thailand ternyata sangat luar biasa. Menurut pantauan mereka, beberapa merek lokal terkemuka yang terlihat menonjol adalah ; MicroMax (India), Nexian (Indonesia ), K-Touch (China), Spice Mobile (India) dan Visual Fan (Romania).
Nah, data yang disajikan oleh perusahaan ini ternyata sesuai dengan apa yang disajikan oleh Gartner. Menurut lembaga riset pemasaran ini, penjualan global dari ponsel meningkat 35% pada kuartal ke 3 tahun 2010 menjadi 417 juta unit. Dan sepertiga dari jumlah tersebut atau sekitar 138 juta unit berasal dari penjualan ponsel yang dibuat oleh perusahan-perusahaan yang bukan lima besar produsen ponsel. Mereka menyebutnya sebagai perusahaan White Box. Sebuah istilah yang mengacu pada perusahaan yang membuat ponsel tanpa merek. Perusahaan inilah menjadi manufaktur dari vendor ponsel merek lokal yang tersebar di negara-negara Asia, Afrika, Amerika Latin dan Eropa Timur.
Kondisi yang menggembirakan ini berbanding terbalik dengan penjualan ponsel merek global. Penjualan ponsel merek global di tahun 2010 ini mengalami penurunan yang cukup siginifikan dibandingkan tahun 2009. Lihat saja data yang disajikan oleh Gartner; pangsa pasar Nokia turun dari 36,7% menjadi 28,2%, Samsung turun dari 19,6% menjadi 17,2% , SonyEricsson turun dari 4,3% menjadi 2,5%, Motorola turun dari 4,5% menjadi 2,1% dan demikian juga LG yang turun dari 10.3% menjadi 6.6%.
Menurut para pengamat, tren naiknya White Box Phone ini atau mudahnya kita sebut dengan ponsel merek lokal ini akan terus berlanjut hingga tahun depan. Berarti kondisi ini akan terjadi juga di Indonesia. Mungkin lebih tepatnya sudah terjadi dan akan terus berlangsung. Mengingat di Indonesia, ponsel merek lokal mengalami perkembangan sangat luar biasa, bahkan telah menggantikan dominasi beberapa ponsel merek global, dalam kurun waktu satu tahun ini. Ya, inilah era White Box Phone!
Nah, data yang disajikan oleh perusahaan ini ternyata sesuai dengan apa yang disajikan oleh Gartner. Menurut lembaga riset pemasaran ini, penjualan global dari ponsel meningkat 35% pada kuartal ke 3 tahun 2010 menjadi 417 juta unit. Dan sepertiga dari jumlah tersebut atau sekitar 138 juta unit berasal dari penjualan ponsel yang dibuat oleh perusahan-perusahaan yang bukan lima besar produsen ponsel. Mereka menyebutnya sebagai perusahaan White Box. Sebuah istilah yang mengacu pada perusahaan yang membuat ponsel tanpa merek. Perusahaan inilah menjadi manufaktur dari vendor ponsel merek lokal yang tersebar di negara-negara Asia, Afrika, Amerika Latin dan Eropa Timur.
Kondisi yang menggembirakan ini berbanding terbalik dengan penjualan ponsel merek global. Penjualan ponsel merek global di tahun 2010 ini mengalami penurunan yang cukup siginifikan dibandingkan tahun 2009. Lihat saja data yang disajikan oleh Gartner; pangsa pasar Nokia turun dari 36,7% menjadi 28,2%, Samsung turun dari 19,6% menjadi 17,2% , SonyEricsson turun dari 4,3% menjadi 2,5%, Motorola turun dari 4,5% menjadi 2,1% dan demikian juga LG yang turun dari 10.3% menjadi 6.6%.
Menurut para pengamat, tren naiknya White Box Phone ini atau mudahnya kita sebut dengan ponsel merek lokal ini akan terus berlanjut hingga tahun depan. Berarti kondisi ini akan terjadi juga di Indonesia. Mungkin lebih tepatnya sudah terjadi dan akan terus berlangsung. Mengingat di Indonesia, ponsel merek lokal mengalami perkembangan sangat luar biasa, bahkan telah menggantikan dominasi beberapa ponsel merek global, dalam kurun waktu satu tahun ini. Ya, inilah era White Box Phone!
0 komentar:
Post a Comment