
Saya mengenal twitter sejak tahun 2009 lalu. Tepatnya di Bulan April 2009. Tapi saat itu hanya sekedar membuka account saja. Niat awalnya agar saya dapat selalu update mengenai tren di industri ini dan tidak dikatakan sebagai orang yang ketinggalan jaman. Waktu itu saya belum mengetahui manfaat atau enaknya menggunakan salah satu aplikasi Social Media yang cukup fenomenal ini. “apa enaknya nulis status yang dibatasi 140 kharakter saja”demikian pikir saya. Lagipula saya sudah cukup nyaman menggunakan Facebook. Akhirnya account twitter tersebut hanya sekedar account. Tidak berfungsi aktif. Bahkan, walaupun sudah mengetahui, bahwa Twitter dapat menggerakan massa dengan luar biasa, seperti yang terlihat di kasus Koin Prita, tetap tak ada keinginan untuk berpartisipasi secara aktif.
Nah, baru pada pertengahan Oktober 2010, saya membuka kembali account Twitter saya. Kali ini lewat Blackberry. Wakau sudah cukuip lama memiliki Blackberry, baru saat itu saya mendownload aplikasi Twitter for Blackberry. Lewat perangkat ini, akhirnya, saya mulai menikmati dunia 140 kharakter. Awalnya hanya follow beberapa situs berita yang terkemuka, seperti;@kompasdotcom, @detikcom dan @metro_TV. Namun lama kelamaan saya mulai aktif nge-Tweet (istilah untuk update status). Dan seperti para pemula lainnya, saya hanya nge-Tweet hal-hal yang bersifat remeh temeh dan tak penting. “ Duh, ngantuk nih..”, “Ngopi dulu yukkkk..biar segerrrr” atau “Nongkrong di 7/11 enak juga ya”. Itu semua saya lakukan cukup rutin.
Pada saat itulah saya mulai merasa menjadi seorang tweeps (istilah untuk pengguna Twitter yang aktif). Saya sangat senang saat status di respon oleh tweeps lainnya. “Ah, akhirnya ada yang merespon juga” saya berguman dengan senang. Saya juga mulai aktif me-reply status seseorang, melakukan RT/Re-Tweet (istilah untuk menyebarkan kembali sebuah Tweet) atau melakukan mention (istilah untuk menyapa seseorang lewat tweet).
Ternyata, mencari informasi dan berbagi informasi menjadi hal yang sangat mengasikan di dunia kecil ini. Akhirnya saya pun mulai belajar untuk nge-tweet hal-hal yang bermanfaat. Berbagi informasi seputar dunia yang saya sedang tekuni. Berharap informasi tersebut dapat bermanfaat bagi yang lain. Perilaku ini awalnya dipacu oleh kultwit yang bisa dilakukan oleh Goenawan Muhammad (@gm_gm), Kyai Haji Mustofa Bisri (@gusmusgusmus). Apa itu kultwit? Kultwit adalah kuliah via twitter. Sebuah istilah yang pertama kali dipopulerkan oleh Goenawan Muhammad. Nah, lewat kultwit, para orang pandai ini menerangkan sebuah topik tertentu dalam rangkaian tweet yang cukup panjang. Maklum, twitter hanya terbatas 140 kharakter, jadi bila hendak menerangkan sesuatu yang panjang lebar harus lewat rangkaian kata yang berseri. Disini saya juga belajar tentang merangkai kata dengan kharakter sangat terbatas.
Tapi, menurut saya, ada yang lebih mengasikan di dunia kecil Twitter. Apa itu? Yaitu bila ada sesuatu yang hendak disampaikan ke publik dan menjadikannya trending topic di twitter. Sebagai contoh adalah saat warga twitter Indonesia hendak menyuarakan ketidaksukaannya terhadap kepemimpinan Nurdin Halid di PSSI. Maka setiap Tweet akan selalu diakhiri oleh kalimat #turunnurdin. Demikian juga ketika terjadi kecurangan penonton Malaysia yang menyorot kan sinar laser ke pemain Indonesia saat pertandingan final piala AFF antara Indonesia-Malaysia. Maka seluruh tweet berisi makian yang diakhiri dengan #MalaysiaCheatLaser. Akibatnya apa? Kelakuan Nurdin halid dan supporter Malaysia menjadi berita di media nasional dan internasional. Ini menjadi saluran suara dan ekspresi masyarakat yang sangat efektif dan efisien. Maklum saat ini pengguna twitter di Indonesia sudah mencapai lebih dari 20 juta orang! Menduduki peringkat No 1 di wilayah Asia Pasifik dan urutan Ke 3 di dunia. Maka saat menyuarakan sesuatu, gaungnya pasti akan bergema dengan dahsyat. Luar biasa bukan? Disini saya semakin menyadari bagaimana cara kerja akitis di social media saat menyuarakan ketidakadilan terhadap Prita. Berita atau suara anda harus menjadi Trending Topic No 1 di Twitter!
Oh ya, satu hal lagi yang sangat mengasikan juga di dunia kecil ini adalah kita dapat berkomunikasi langsung dengan tokoh atau artis yang kita kagumi. Yang pasti sulit dilakukan saat berada di dunia normal kita. Saya dengan mudah mengomentari tweet @gm_gm dan @gusmusgusmus. Atau bertanya seputar agama Islam dengan Quraish Shihab (@quraishshihab). Atau hanya sekedar iseng menyapa salah satu presenter favorit saya @NajwaShihab. Semuanya begitu flat, cair dan hangat.
Ya, Inilah dunia kecil 140 kharakter. Dimana informasi berjalan lebih cepat dibandingkan media konvensional. Dimana segala pengetahuan dapat diperoleh disini. Dimana segala ekspresi dan suara hati dapat dilantangkan sekeras mungkin. Dimana pergaulan dan pertemanan menjadi sangat cair dan tidak terbatas.Ah, ada satu hal yang lupakan. Jika anda sedang "tersesat", follow twitter saya saja di @yogismobiletech. Let's Tweet!
0 komentar:
Post a Comment